Tuesday, April 28, 2015

10 Secrets from Ex-Starbucks Barista You Might Want To Know

Semenjak resign dari Starbucks, intensitas aku ngunjungin Starbucks untuk beli kopi malah semakin tinggi daripada sebelum aku kerja di sana. Bedanya sekarang kalau order kopi agak bawel rikues ini itu. Call me Starbucks snob!

Dua minggu yang lalu, pas lagi ngopi di sana, aku iseng-iseng browsing dan nemu list ini di sebuah situs. Jadi beberapa barista ngumpulin rahasia-rahasia mereka yang mungkin selama ini nggak diketahui oleh para customer. Kayaknya misal, sering nggak kalau kalian order minuman yang punya dua macam size cups (medium, large), terus kalian order yang medium, habis itu mbak kasirnya bilang, "Nggak large aja, Kak? Harganya cuman beda tiga ribu lho", terus pikir-pikir cuman beda dikit yaudah deh order yang large. Padahal sebenarnya kalau kasusnya di Starbucks, misal kamu order Grande Latte di-upsize ke Venti, komposisi susu di kopi kamu akan semakin banyak (size grande dan venti masing-masing berisi 2 shots espresso). Kalau tujuannya memang pengen more caffeine, mendingan stick to normal size aja. Walaupun cuman murah tiga ribu, kasarnya itu cuman untuk nambahin susunya aja.

Inspired by the same list, aku pun nyusun beberapa rahasia "pribadi" dari seorang (mantan) barista, yang mungkin kalian pengen tau. Pengen tau atau nggak aku tetep nulis, hahaha. Semacam trivia lah jadinya.  

Check this out! 
 

1. We do Starbucks secret recipes, just show us the recipes when you ordering.
Soalnya kadang yang order secret recipes nggak punya resep, berasumsi semua barista Starbucks bisa bikinin. Dan satu hal yang penting, biasanya secret recipes overpriced, karena menggunakan macam-macam bahan (tergantung resep). Nah, yang biasa order secret recipes tak lain adalah golongan anak-anak ABG (literally anak baru gede). Karena secret recipes itu menarik, mereka seneng ordernya, tanpa tau sebenarnya rasanya enak atau nggak. Apesnya, kalau nggak enak, ditambah harganya kemahalan, mereka ngomel-ngomel deh. Jadi biasanya aku infoin dulu, kira-kira tuh rasanya bakal kayak apa, kalau mereka nggak keberatan ya lanjut bikinin, dengan catatan aku jangan diomelin yah, dek, kalau nggak sesuai ekspektasi. Secret recipes terunik yang pernah aku buat namanya The Bomb! Frappuccino, harganya sekitar 60,000-65,000 rupiah. Mahal kannnnn?

2. We pay parking fee from your tips. *thankyousomuch!*
Nggak banyak yang tau kalau uang tips itu gunanya apa atau masuk ke "kantong"-nya siapa. Pernah ada satu customer bule nanya aku, uang tips itu dipakai buat apa. Aku jawab aja jujur buat bayar uang parkir, karena kebetulan aku kerja di outlet dalam mal, biaya parkirnya mahal banget cyin. Terus si customer itu langsung terlihat lega kalau uang tips dipakai buat hal berguna hahaha. And guess what, he personally gave me some more. Buru-buru deh aku kantongin ke apron-ku sebelum keliatan CCTV :P

3. Frappuccino drinks only available in Starbucks.
Frappuccino itu udah di-copyright sama Starbucks. So, jangan expect green tea frappe yang kamu order di luar Starbucks seenak aslinya. And oh, never say our Frappucinno with "frappe", especially when you order in Starbucks. Our boss hates it. 

4. Not all of baristas are latte artists.
Kita nggak dilatih khusus untuk bikin latte art, tapi untuk yang basic kayak bentuk hati, daun, masih bisalah. Nih, aku aja bisa.


5. We can't re-heat your coffee.
Aku suka nemu beberapa customer minta kopinya dipanasin ulang karena udah dingin. The truth is, we can't do that. And extra hot coffee will burn your hands. Silakan enjoy kopi kalian selagi panas ya!

6. Here is your sweetness level: 
Espresso Drinks (Latte, Cappuccino, etc)
Tall > 3 pumps // Grande > 4 pumps // Venti > 5 pumps
Frappuccino Drinks 
Tall > 2 pumps // Grande > 3 pumps // Venti > 4 pumps

7. What is "Americano on the rock"? 
Sebenarnya sama aja kayak Americano biasanya. Bedanya, kita bakal fill up gelas kamu dengan iced cubes, lalu espresso shots. I don't know why, tapi Americano on the rock identik dengan minumannya cowok-cowok fitness atau bodi gede. Serius, ini cuman perasaanku aja, no offense loh, soalnya kadang-kadang Andreas suka order juga hahahaha *kaburaja*

8. Americano means "American that doesn't really drink coffee". Konon, Italian people nyebut Americano itu adalah kopinya orang Amerika, karena mereka mencampur espresso dengan air. Italian doesn't drink coffee like that. They just gulp the espresso shot in the small cup like this, it calls demitasse by the way.

9. Here's my favorite own Starbucks recipe, the basic recipe comes from Double-Shots Iced Shaken Espresso. Ingridients: double shots espresso, 2% milk (just ask the barista), 2 pumps of condensed milk (you can add more depends of your sweetness craving), shake it! It suits for your morning-to-go coffee.

10. Why we often misspelled your name on your cups?
Nah, ini dia yang paling fenomenal di dunia per-starbucks-an *halah*. Ada yang bilang kalau ini salah satu taktik marketing-nya Starbucks secara tidak langsung. Tadinya aku nggak setuju, tapi setelah liat video parodi ini dan baca artikel pengakuan seorang asisten manajer Starbucks tentang misspelling nama customer, aku ngerti kenapa barista Starbucks suka (dan secara sengaja) salah menulis nama customer. Aku sendiri nggak pernah iseng untuk salah eja nama customer, paling cuman nulis short message or doodling di cup mereka (cheesy banget kannn). Aku rasa kalau "taktik" marketing yang dimaksud di video parodi tersebut, nggak bisa diterapakan di Indonesia. Sense of jokes-nya orang Indonesia belom senekat orang barat sana. Para abege aja langsung jutek kalau kita salah nulis namanya, apalagi kalau bapak-bapak atau ibu-ibu, wah urusannya ruwet deh. Dan aku rasa... Starbucks butuh taktik marketing yang kayak gimana lagi sih, mau namanya salah eja atau nggak, tetep aja kan kita sering foto minuman kita kalau lagi nongki di warung kopi hits ini, hehehe.


List ini murni dari pengalaman pribadi aku selama kerja di Starbucks. Masa kerja aku jadi barista bisa dibilang pendek (7 bulan), tapi pengalaman yang aku dapet priceless. Dan sejujurnya, aku bangga bisa bikin list ini di blog hahaha. 

Ada yang pernah kerja di Starbucks atau ada yang sering ke Starbucks (regular customer) di sini? Share your stories here, I would like to hear. Stay awesome!

Read more about my Starbucks working experiences here: 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...