Bali Food Journal Dec 2017: Makan Apa Aja Selama Seminggu di Bali

Saturday, December 16, 2017


Orang-orang suka jeles kalau aku bilang ke Bali adalah "pulang kampung". Soalnya sejak tahun 2013, orangtuaku pindah ke Denpasar dan aku sendiri sempat tinggal selama dua tahun di sana. Jadi setelah nikah, kami rutin pulang ke Bali untuk jenguk orangtua, sekalian liburan. 

Makin ke sini—maksudnya makin tua dan apalagi sekarang udah berkeluarga, konsep liburan buatku udah nggak lagi yang harus hangout ke tempat yang banyak orang atau nongkrong berjam-jam di luar rumah. Leyeh-leyeh sambil nonton film di rumah, baca buku berjam-jam sambil ngemil atau literally nothing at home itu udah liburan banget buatku. Boring banget, ya? Tapi, ya, aku dan suami betah-betah aja, sih. 

Sehari Semalam di Vasa Hotel Surabaya

Thursday, December 14, 2017

 
Sebenarnya pengen nulis trip report selama di Surabaya minggu lalu secara komplit. Setelah cek folder kamera, baru sadar semua foto diambil di dalam hotel. Jadi yang kalian baca ini semua TKP-nya di Vasa Hotel, ya!

Diary of The Week #10: It's Beginning to Look A Lot Like Christmas

Monday, December 4, 2017

"It's beginning to look a lot like Christmas... everywhere you go..." 

Dua baris pertama lirik lagu ini mewakilkan awal bulan Desember banget nggak, sih? 

Pokoknya setiap hari pertama di bulan Desember itu, hawa-hawa Natal (dan liburan) terasa kental sekali *kental banget sisss... susu kental manis kali, ah!*. Dekorasi mall-mall atau public places lainnya pasti cakep-cakep banget. Nggak lupa playlist satu albumnya Om Bublé berkumandang. Jadi keinget salah satu artikel tentang Natal di Youthmanual dua tahun lalu, penulis artikel favoritku bilang Michael Buble terkenalnya setahun sekali aja pas Natal, hihi. 

Karena temanya Natal dan liburan, hari ini pengen cerita dikit tentang kedua topik ini, ahhh. 

5 Things I Am Thankful For

Friday, December 1, 2017

 Picture credit here

Mumpung di bulan yang baru, pengen diawali dengan mensyukuri beberapa hal. Thank you, Stevia for this gratitude game! Gratitude game ini sebenarnya dalam rangka perayaan Thanksgiving. Walaupun kita nggak merayakan, just take this as a practice. Bad things happened, but we still have bunch of other things to be thankful about. I dare you to make your own list too! 

Books Love #5: Big Magic by Elizabeth Gilbert

Tuesday, November 28, 2017


Big Magic: Creative Living Beyond Fear by Elizabeth Gilbert  

[Review] Produk Pengusir Nyamuk Aman untuk Keluarga (dan anak)

Monday, November 20, 2017


Ada aja hal-hal kecil yang tadinya nggak pernah dipermasalahkan sebelumnya sampai punya anak, salah satunya adalah masalah digigit nyamuk!

Tips Berpergian dengan Pesawat bersama Anak 1 Tahun

Tuesday, November 14, 2017


Awal bulan Desember nanti, kami bertiga bakal berlibur ke Bali lagi. Rasanya aneh banget kalau ke Bali itu disebut liburan, karena buat kami lebih tepatnya "pulang kampung". Di sisi lain, nggak salah juga sih, karena di Bali itu everyday is a holiday!

Ini bukan pertama kalinya untuk kami pergi berlibur naik pesawat bertiga. Pertama kali naik pesawat waktu Josh di usia 5 bulan. Perginya lancar, pulangnya dese ngamuk 'dikit' waktu pesawat take off. Kedua dan ketiga kalinya puji Tuhan lancar jaya. Tiap kali pulang liburan, rasanya nagih gitu lho pengen naik pesawat lagi bareng anak. Walaupun saat ini paling jauh hanya bisa ke Bali dulu.

Tradisi Pernikahan Modern Tionghoa yang Kami Lakukan

Thursday, November 9, 2017

Setelah Raisa dan Hamish, seluruh mata umat sebangsa ini tertuju pada pernikahan—sudah SAH, btw, selamat ya!—anak perempuan semata wayang Presiden RI kita tercinta, Kahiyang Ayu dengan Bobby Nasution. Persamaan dari kedua pasangan ini, mereka menjalankan tradisi adat Jawa yang cukup kental, menjelang dan sampai hari pernikahan.

Pernikahan dengan tradisi adat emang seru dan ada keunikannya masing-masing. Sebagai keturunan Tionghoa, waktu nikah dulu aku dan Andreas pun juga melakukan serangkaian tradisi. Nggak muluk-muluk banget, sih—apalagi ngikutin adat Jawa yang rumit banget, soalnya kami anti ribet dan pusing. Surprisingly, orangtua kami ternyata juga cukup santai dengan tradisi yang kami lakukan maupun nggak. Yang penting beberapa tradisi yang emang harus dilakukan nggak terlewat saja. Kalau kata papa mertua, melakukan tradisi itu bukannya percaya dengan mitos-mitos tertentu, tapi memang harus selalu ingat asal-usul dan mengenang nenek moyang, hihi.

Marilah kita lakukan throwback Thursday! Sekalian pamer-pamer foto yang nggak sempat mejeng di blog *oh ternyata ini maksudnya ya*.


Diary of The Week #9: Akhirnya ke Jakarta Aquarium Neo Soho!

Monday, November 6, 2017

Udah Senin lagi aja, nih—dan udah di bulan yang baru! Berarti saatnya postingan mingguan yang dirangkum dalam Diary of The Week! 

Apa Kabar Joshua: 14 Months

Tuesday, October 31, 2017

Udah lama nggak cerita-cerita tentang bocahku satu ini di blog. Ini apdetannya selama 1 tahun 2 bulan ini.

Peek-a-boo!

Diary of The Week #8

Monday, October 30, 2017

Bogor's infamous nickname: City of Rain

Turning Twenty Six

Thursday, October 26, 2017

Sebelum mau cerita-cerita soal ulang tahun kemarin, aku mau nulis preambule dulu, ya. Harus diceritain karena nyambung banget dengan yang akan aku bagiin.

Koleksi Bukunya Joshua (Part 1)

Thursday, October 19, 2017


Hari ini aku pengen share koleksi buku milik Josh, ahhh. Mudah-mudahan seiring Josh tumbuh besar, buku-bukunya juga bertambah, karena itu aku nambahin part 1 di judul.

Resep Menjadi Orang Kaya

Tuesday, October 17, 2017


Waktu baca artikel blog singkat ini, aku jadi keinget tema di gereja bulan ini yang membahas tentang True Riches, yang kalo diindonesiakan adalah Harta Sesungguhnya.

Biasanya kalau ngomongin harta yang terlintas pasti hal-hal berbau materi, apalagi kalau bukan uang. Padahal setiap orang punya definisi yang berbeda-beda tentang harta. 

Hari ini aku pengen share tentang apa yang kami dapet dari sermon yang dibawakan Ps. Jose Carol hari Minggu kemarin. Judul sermonnya "Kaya di Bumi, Kaya di Surga". Rohani banget yaaa kayaknya? Tapi poin-poin yang dibagikan—di samping tambahan Bible verses pastinya—ngena banget dengan kehidupan kita sehari-hari. Kadang-kadang pesan yang sederhana malah nohok kita banget, setuju nggak?

Jenis-Jenis Pelanggan Starbucks yang Pernah Ditemui

Tuesday, October 10, 2017

Image from Miniature Calendar

Tiga tahun berlalu sejak aku mulai nulis dan berbagi pengalaman tentang kerja sebagai Starbucks barista. Hari ini tiba-tiba muncul ide untuk nulis tentang beberapa tipe pelanggan yang pernah aku temui. 

Tanpa basa-basi, cusss langsung aja dibahas!

Monday Favorite #7: Daftar Youtuber Favorit

Thursday, October 5, 2017

Hari ini ngeblog receh aaaahhh.

Seminggu lewat nggak ada postingan baru, rasanya gagal banget jadi blogger. Blogging is the only thing that makes me feel productive on daily basis. Maklum ya, kerjaan ibu rumah tangga nggak jauh-jauh dari urusan domestik dan anak. Jadi kalau ada yang bisa "diselesaikan" di luar itu, rasanya bahagia sekaliii.

Banyak draft nganggur tapi nggak ada satupun yang kelar. Kendalanya kalo nggak sibuk nemenin anak, ya nggak mood nulis. Padahal yang dibahas lumayan 'berisi' dan memang yang belakangan ini sering jadi bahan pikiran. Alasan yang haram banget nggak mood itu. Emang, ya, segala sesuatu nggak segampang yang kita lihat, termasuk ngeblog. Yang bilang ngeblog gampang, sebenarnya udah pernah coba ngeblog belum, sih? *kok jadi sensi*

Anyway, karena konten-konten 'berisi' tersebut masih dalam proses, hari ini pengen nulis yang ringan-ringan aja.

Ada yang suka nonton vlogs nggak di sini? Kalo aku, sih, SUKA BANGET. Saking sukanya, sampai suami kalo mergokin aku lagi nonton vlogs orang, dia pasti komentar, "Nonton vlogs siapa lagi kamu?", yang kalau diterjemahkan kurang lebih seperti, "Kepoin hidup siapa lagi kamu?" LOL

Pada dasarnya, "keingintahuan" manusia itu tinggi banget, kan. Lahirnya para vlogger beberapa tahun belakangan ini memuaskan hasrat manusia tersebut, termasuk aku pastinya.

Seingetku, vlog pertama yang aku tonton itu di channel Bubzbeauty. Beberapa tahun kemudian sebelum nikah, dia bikin channel khusus di Bubzvlogz. Sejak saat itu aku suka banget nonton vlogs channel-channel lainnya. Nggak tahu kenapa, ya, nontonin keseharian orang lain yang dikemas dalam video berdurasi 10-20 menit itu NAGIH banget.

Tapiii, tau nggak sih kalau nggak semua vlogs itu enak ditonton? Padahal sebenarnya daily vlog itu terkesan gampang banget dilakukan, semua orang bisa harusnya ngevlog. Menurutku, setelah nonton beberapa vlogs yang berbeda-beda, yang bikin vlog enak ditonton itu, pertama si vloggernya sendiri nggak boleh awkward, alias harus bawel (dikit). Pernah nggak nonton vlog tapi isinya garing, karena si vloggernya itu nggak ngomong apa-apa. Kedua, hasil editan harus bersih dan flowing-nya menarik. Kadang aku nonton vlog sebenarnya isinya biasa aja, di rumah doang, nggak ngapa-ngapain. Tapi ya itu, editannya clean jadi bikin betah. Ketiga, pastinya isi konten video itu sendiri, ya. Nggak video, nggak nulis, pokoknya content is a king.

Btw, langsung aja deh di-share daftar Youtubers/vloggers favorit aku. Ada yang samaan nggak nih dengan aku favoritnya? 

1. Ria SW / Ria's Vlog by Malesbanget

Dedek-dedek sekolah jaman now pasti salah satu idolanya Ria SW, deh. Aku paham banget, karena emang Ria ini orangnya terlihat fun, nggak jaim, humble dan apa adanya banget.

Pertama kali 'kenal' Ria gara-gara vlog Samyang challenge-nya nongol karena direkomen Youtube (ketahuan banget nggak, sih, tontonan aku apaan sampe direkomenin beginian). Iseng nonton, eh kok suka?!

Menurutku pribadi, vlogs Ria sebenarnya biasa aja, nggak yang sampai menginspirasi gitu (kecuali menginspirasi orang untuk makan ya, bok). Setelah setahun lebih ngikutin dia, aku sadar yang bikin betah nonton video-videonya itu karena dia pinter mengemas konten yang biasa jadi menarik. Kalo kalian buka Youtube, kayaknya udah ratusan bahkan jutaan orang yang bikin video challenge. Tapi kalau pengen standout, ya memang harus bikin yang beda. Pokoknya channel-nya Ria nggak jauh-jauh dari makan dan challenge kekinian, deh.

Salah satu vlog favorit aku waktu Ria masih di Malesbanget


Ini favorit dari channel pribadinya. Saking sukanya, aku sampai ke tkp nyobain menu yang dia pesan lho. Ternyata beneran enak hahaha :D

Tips aman buat yang pengen vlogs marathon di Ria SW: harus sambil makan, biar nggak ngeces kelaperan!


Lagi-lagi kenal Youtuber lokal satu ini gara-gara ada di kolom rekomendasi video. Waktu masih hamil tahun lalu, aku rajin banget nonton pregnancy vlogs, terus nongol video Molita waktu dia hamil (videonya udah nggak ada, kayaknya dihapus). 

Aku pikir Moli ini cici-cici Sinciapo atau Malaysian gitu, soalnya di video yang aku tonton pertama itu dia ngomong Inggris beraksen khas. Ternyata dia memang orang Sumatra Utara yang tinggal di Batam. Pantes, logatmu itu familiar sekali, hihi. 

Molita Lin sebenarnya beauty vlogger, tapi kadang-kadang dia ngevlog juga dan aku lebih suka ngikutin vlognya karena gemesss sama anaknya, si Aiden. 

Salah satu vlog lamanya Moli. Lucu kannn, Aidennyaaa. Sekarang anaknya udah 2 tahun aja!

Moli ini selalu kelihatan flawless banget di setiap video makeup tutorial-nya. Tapi kalau di vlog, penampakannya langsung berubah menjadi emak-emak pada umumnya, hahaha. Bedanya, dia tetap cantik, sih, even without makeup #kzl 

Makeup tutorial favorit yang selalu aku pake kalo mau mekapan keluar rumah. Maklum, kacamataan tiap hari, nih.

Oh ya, awal-awal nonton channel ini, subscribers-nya belum mencapai 5k. Belum lama ini, berhasil mencapai 100,000 dan sekarang udah 200,000 aja dong! Way to go, Moli!


Ini diaaa yang belakangan ini lagi aku suka banget. Ci Chika, yang berkewarganegaraan Indonesia, nikah sama bule ostrali bernama Al. Mereka sekarang tinggal di Brisbane bareng anak mereka, Benji. Ini salah satu contoh daily vlogs yang menurutku kontennya biasa banget, tapi editan dan flowing-nya enak diikutin. Tadinya aku mikir, vlog yang di rumah aja apa serunya, sih. Emang dasarnya aku kepo sama kehidupan orang lain, ternyata channel mereka seru aja buat diikutin. 

Nontonin vlogs mereka tuh ngerasa aku punya teman sesama emak-emak. Walaupun jauh banget, nggak kenal, cuma nonton dari video berdurasi 20-30 menit (yes, vlogs mereka rata-rata sepanjang itu), ternyata masalah yang dihadapin sehari-hari sebagai IRT itu sama aja. Hari ini mau masak apa, kasih makan anak, ngurusin anak sakit, belanja kebutuhan sehari-hari, dll. Belum lagi Benji cuma beda 7 bulan lebih tua daripada Josh, jadi bisa relate banget lah.

Oh ya, Ci Chika ini dikenal sebagai mak irit, karean dia sering banget hunting barang-barang diskonan. Seru banget deh kalo nontonin dia pamerin hasil belanjaannya, hahaha. Emang dasar emak-emak, ye, nggak bisa jauh-jauh dari diskonan. 

Ci Chika ini suka banget masak sayur asem. Beberapa kali nonton vlog dia sering ada demo masak sayur asem rumahan. Indonesian food for lyfe!

***
Masih ada beberapa favorit lainnya, kayak Jenn Im dari Clothesencounters (Jems Squad mana suaranyaaa), WahlieTV, kalo buat inspirasi masak-masakan untuk saat ini lagi suka Honeysuckle dan Laura Vitale (pastinya), terus masih setia juga sama Whatsupmoms, dan masih ada beberapa lainnya. 

Walaupun ngabisin kuota yang lumayannn, tapi nonton Youtube itu hiburan receh banget buat emak-emak macam aku ini. Mending Youtube-an sih daripada scrolling Instagram terus-terusan, setidaknya nggak memberikan "efek samping" kayak pengen nyindir atau iri hati berlebihan huahahaha. 

Do you guys watch Youtube? What's your favorite channel? :D

Our Personal "Money Manager" (Android App Review)

Tuesday, September 26, 2017


Ngomongin keuangan atau finansial, well... basically everything related to money, kayaknya bukan gue banget. Maka dari itu, hari nggak ngomongin yang berat-berat soal uang, cuma pengen nge-review aplikasi yang selama 5 bulan terakhir ini membantu kami dalam mengurus keuangan keluarga. Just share this because this app is awesome and very helpful!

Diary of The Week #7: Buzy Sunday

Monday, September 25, 2017

Minggu lalu banyak kejadian seru yang sayang kalau nggak diceritakan di sini. So, here we go! 

Throwback: When in Bali March-April 2017

Monday, September 18, 2017


Waktu cek folder foto ke Bali akhir Maret kemarin, baru sadar ada beberapa foto yang belum sempet mejeng di blog ini. When you are not feeling to write a decent blog post, a throwback post (with more pictures) is a great idea! Ini campur aduk banget, sih, semoga bisa menemani hari Senin pagi ini, ya! 

Being a Millennial Mom on Social Media

Friday, September 15, 2017


 Double Six Beach, Bali, March 2017

Seorang sahabat baik, beberapa waktu lalu memposting foto dengan caption perpisahan dengan kekasihnya, yang tak lain tak bukan adalah Instagram. Sebenarnya aku nggak kaget-kaget amat, sih, dia memutuskan untuk take a break from social media, karena emang dia udah jarang posting, walaupun kadang masih suka nge-like foto-foto orang lain. Still surprised tho, orang yang ngajarin aku gimana caranya foto pencitraan ala-ala, akhirnya hengkang dari Instagram?! 

Gara-gara postingannya, sebagai mamah muda, aku terinspirasi untuk menulis uneg-uneg dalam bermain Instagram. 

Books Love #4: What I Read Recently

Wednesday, September 13, 2017


On Having Another Child

Monday, September 11, 2017


Beberapa waktu lalu, saat di acara pemakaman Popo, aku bertemu dengan banyak teman lama, termasuk beberapa kerabat dekat orangtua. Since I married and moved with Andreas, I rarely come to Jakarta except every Sunday for church, so these people that I met kinda surprised seeing me with a toddler already. Ya, nggak kaget-kaget amat, karena hari gini mereka bisa 'catching-up' dengan hidup orang lain melalui sosial media, kan. Kagetnya karena waktu berjalan begitu cepat, tahu-tahu anaknya Jane aja udah gede. 

When we were in conversation, they asked me how I raised my kid—do I have a nanny or helper at home, do I still go to work, how life after being a mom, and blah blah. Terus, datanglah pertanyaan klasik nan 'penting', "Kapan punya anak kedua?". 

Kalau pertanyaan ini ditanyakan waktu masa-masa baru lahiran atau waktu Josh susah makan, aku pasti akan langsung jawab, "Entar dulu, deh." 

I was still little bit traumatized about delivering a baby. After hours of hours enduring the contraction pain, I failed to deliver my baby in normal way (normal as in lahiran normal). I was still a bit upset whenever think about it, namun nggak berarti mengurangi rasa syukur dengan kondisi sehat walafiat seperti hari ini. So I guess, we should wait at least for 4-5 years for the next mini us.

But, suddenly I've been thinking on having a second child. Like, really think about it.

Be Grateful (Always)

Saturday, September 2, 2017

Credit to Pinterest

"In Australia, it can take hours to drive between towns and fatigue can lead to accidents. So at busy holiday times rest stops are set up on major highways with volunteers offering free coffee. My wife, Merryn, and I grew to enjoy these stops during our long drives there. 

On one trip, we pulled in and walked over to order our coffee. An attendant handed the two cups over, and then asked me for two dollars. I asked why. She pointed to the small print on the sign. At this stop, only the driver got free coffee; you had to pay for passengers. Annoyed, I told her this was false advertising, paid the two dollars, and walked off. 

Back at the car, Merryn pointed out my error: I had turned a gift into an entitlement and become ungrateful for what I received. She was right. I went back to the woman and apologized. A free cup of coffee was a gift I didn't deserve—and something for which to be thankful." (story from Our Daily Bread, 12/08/17)

Kadang-kadang kita manusia begitu nggak, sih, tanpa sadar sering banget menganggap berhak untuk mendapatkan sesuatu. Padahal sesuatu itu sebenarnya juga adalah sebuah gift, atau karunia. 

Sebelum pindah ke rumah mertua, pemicu pertengkaran aku dan Andreas pasti nggak jauh-jauh dari rumah. Aku yang selalu ngotot sebagai keluarga yang sudah mandiri, kudu harus punya rumah sendiri. Kontrak atau sewa nggak apa-apa, deh, sing penting tinggal sendiri. Sementara Andreas yang selalu meyakinkan bahwa kami akan punya rumah sendiri, tapi nggak sekarang, as right now. Padahal, topik ini tanpa kusadari udah dibahas sebelum menikah, dan tanpa sadar juga aku setuju. Karena satu dan lain hal, tinggal sementara bersama mertua itu pilihan terbaik untuk keluarga kami. 

Namun sebagai istri, terkadang aku merasa rumah adalah sesuatu yang berhak aku dapatkan setelah menikah. Iya dong, bokap nyokap gue aja udah kasih gue rumah yang terbaik, masa setelah menikah gue 'numpang' di rumah orangtua suami... kasarnya begitu.

Setelah baca ilustrasi di atas, ini pipi kiri kanan rasanya ketampar banget. Aku langsung merasa manusia paling sombong dan egois. Sama sekali nggak sadar bahwa punya atap untuk berlindung supaya nggak kehujanan atau kepanasan aja udah bagus banget, masih aja nuntut sesuatu yang berhak aku dapatkan. Rumah yang sekarang kami tinggal pun adalah sebuah gift, but somehow I turned that gift into an entitlement. Mungkin Tuhan di atas sana ngomong kayak gini kali, ya: "Siapa eluuuu nuntut ini-itu. Bagus gue kasih tempat tidur, bagus gue kasih tempat di mana elu masih bisa makan kenyang." Ampunnnn, Gustiii... ):

Kalimat-kalimat seperti, "Jangan lupa bersyukur!" atau "Be grateful always!" rasanya udah kayak angin lalu. Iya, iya, tahu kok musti bersyukur, tapi setelah itu lupaaa, deh, kalau apa yang bisa dinikmati hari ini itu merupakan karunia.

Jadi, apakah sudah bersyukur hari ini? (:



The First Birthday of Joshua Emmanuel Yu

Thursday, August 31, 2017

 
Our little guy was finally hitting ONE! 
 
Sebelum ke inti acara, aku mau cerita beberapa hal yang nggak terduga menjelang ulang tahun pertama Josh. 

Diary of The Week #6: Selamat Jalan Popo Tercinta

Tuesday, August 29, 2017

Bali, 2013

Seminggu kemarin ini benar-benar hectic, menguras semua emosi, jiwa dan raga, karena kami baru saja melewati masa-masa berkabung atas kepergian Popo—nenek dari pihak mama.

Kepergian Popo begitu mendadak, begitu cepat. Nggak ada tanda-tanda sama sekali. Banyak yang tanya kenapa Popo bisa meninggal, kok dadakan banget, memang sebelumnya sakit apa dan sebagainya.

Dilemma Popok Bayi: Pospak atau Popok Kain?

Monday, August 14, 2017


[Sponsored Post]

Namanya emak-emak sering dibilang rempong, karena memang mereka dihadapkan banyak pilihan. Baru hamil aja udah harus mutusin mau lahir normal atau sesar. Terus, waktu bayinya lahir mau dikasih ASI atau susu formula. Lanjut, nenen langsung atau pakai botol. Masuk MPASI, spoon weaning atau BLW (baby led weaning)... and the list goes on. 

Pilihan yang nggak kalah seru dari daftar di atas adalah popok bayi: popok kain—yang sekarang lebih femes disebut cloth diaper (disingkat clodi) atau popok sekali pakai (pospak)?

Diary of The Week #5: Minggu Mager

Sunday, August 13, 2017


Nggak biasanya banget hari Minggu kami bertigaan di rumah. Biasanya subuh-subuh udah bangun, rempong sana-sini mau berangkat ibadah di Jakarta. 

Books Love #3: Books I Read Recently

Monday, August 7, 2017


Entah ide darimana, aku memutuskan untuk tiap bulan minimal baca 2 judul buku. Berarti dalam sebulan aku punya budget khusus untuk belanja buku.

Yes, I don't have budget for clothes—karena jarang juga, sih, belanja baju, but I do have budget for books. 

Alasannya, karena sekarang kebanyakan di rumah, biar nggak bodor-bodor amat, aku ngebekalin otak dengan banyak baca buku.

Ini ironis, karena beberapa bulan sebelumnya buku yang kubeli lebih banyak bergenre Metropop. Akhirnya memutuskan kalau pengen baca fiksi, harus yang lebih "berisi" tapi tetep harus enak dibaca.

So, these are the books that I've finished recently:  

Hidup Sederhana = Hidup Cukup

Wednesday, August 2, 2017


Postingan belakangan ini kayaknya lebih membahas tentang motherhood, ya. Kalo bukan curhatan pribadi sebagai emak-emak, ya curhatan soal bayi, deh. 

So, hari ini kita bahas yang general aja, ya. Curhatan juga, sih, hahaha. Semoga nggak bosan!


Tentang Sindrom Baby Blues

Monday, July 31, 2017


Beberapa hari yang lalu, muncul video viral di media sosial, tentang ibu yang menganiaya anak kandungnya sendiri (berinisial Baby J) karena diduga mengalami sindrom baby blues.

Sebelumnya aku sama sekali nggak tahu tentang ini. Aku tahu dari Andreas yang baca beritanya di detik.com. Sebelum baca beritanya sendiri, aku hanya bereaksi normal. 

"Oh, baby blues... emang begitu, sih, efeknya. Gangguan emosi soalnya." 

Terus Andreas bingung, pasalnya di berita itu si ibu katanya sampai menampar-nampar mulut anaknya, lalu dibanting di atas kasur. Tangisan anaknya nggak memberhentikan ibunya untuk terus menyiksa anaknya sendiri.  Btw, aku sempat nonton videonya namun hanya bertahan beberapa detik. Batin ini tidak kuat, bundaaaaa T___T

7 Things I've Learned as a New Mom (and the list goes on)

Thursday, July 27, 2017


Bulan depan, Joshua genap setahun, berarti aku dan Andreas berhasil survived selama setahun menjadi orangtua baru! Wohoooo 🎉🎉🎉

Sama kayak hidup secara keseluruhan, parenthood/motherhood punya wahana roller coaster-nya sendiri. When you hop into the ride, you feel nervous. Pas udah di puncak dan siap meluncur, rasanya pengen teriak sekencang-kencangnya. Setelah wahananya selesai, rasanya lega banget. But still, there will be another ride, and another one, and another one... and so on.

Memang baru setahun, tapi boleh, yaaa, share apa aja yang udah dipahami selama setahun ini. Catatan pribadi juga supaya untuk anak kedua nanti, (siapa tahu) bisa lebih luwes.

And no, we're not planning to have another child (yet)... maybe for the next 3-4 years.

***

Edisi Mudik 2017 #3: Weekday Getaway to Karangasem

Tuesday, July 18, 2017


Ini postingan terakhir dari Edisi Mudik 2017! 

Apakah Ibu Menyusui Perlu Minum Susu?

Wednesday, July 12, 2017


[Sponsored Post]
  
Budaya minum susu di Indonesia udah bukan suatu hal yang baru, ya. Dari kita kecil kayaknya sering banget dibilangin kalau minum susu itu penting banget. Biar cepet tinggi, giginya bagus dan lain-lain.

Produk susu di Indonesia juga banyak macamnya. Mulai dari susu formula bayi, susu untuk anak, susu penambah berat badan, susu khusus untuk lansia dan nggak lupa susu khusus ibu hamil (bumil) dan menyusui (busui).

Edisi Mudik 2017 #2: Breakfast at Milk & Madu

Friday, July 7, 2017


Aku selalu pengen menyambangi berbagai macam tempat makan enak di daerah Canggu. Waktu baca postingan tentang Bali di blognya Mba Lei, jadi penasaran dengan Milk & Madu. Tempat makan macam apakah ini?  

Sejak ada Josh banyak perubahan di keluarga kecil kami, salah satunya dalam pemilihan restoran. Kudu yang bersih, kalau bisa family-friendly dan pastinya ada baby chair dong yah. Soalnya aku nggak pernah bawa stroller lagi kalau ke mana-mana. Lagian rempong kalau kebetulan makan di tempat yang agak sempit.

Thank goodness, setelah browsing lewat gugel dan ngecek akun Instagram mereka, ternyata Milk & Madu ini tempat makan yang oke untuk keluarga!

Edisi Mudik 2017 #1

Saturday, July 1, 2017


Ini pertama kalinya kami bertiga mudik ke rumah orangtua aku di Bali. Tahun lalu kami nggak mudik karena aku lagi hamil besar dan akhirnya kami liburan ke Puncak aja. So we were beyond excited this year bisa pulang kampung (atau kota?) bertiga!

Kami berangkat sehari sebelum hari Lebaran, tiba di bandara Ngurah Rai langsung disambut dengan crowd turis yang kebanyakan, sih, lokal. The airport was packed! Ini pada nggak bosen apa yak liburan ke Bali mulu? Lah, situ sendiri gimana? Saya, kan, lain cerita. Ini mudik berkedok liburan :D

My Only 3 Personal MPASI Advices

Thursday, June 22, 2017

Setelah menjalani empat bulan MPASI bareng Josh, baru sekarang ini bisa ceritain pengalaman kami berdua.

Kok kami? Iya, soalnya yang ngejalanin, kan, berdua... aku dan Josh. Aku yang nyiapin, Josh yang makan. Kalau Josh makannya pinter, aku senang. Kalau Josh susah makannya, aku .... (isi sendiri titik-titiknya) :P

Sebelum start MPASI, aku suka blogwalking ke blog-blog lainnya. Kebanyakan semua heboh sharing list belanja peralatan MPASI. Nggak lupa list peralatan makannya harus kekinian dong, biar anak seneng pas waktu makan.

Selain peralatan makan, resep-resep MPASI jaman sekarang juga nggak kalah heboh. Kalau scrolling akun para mommies di IG nggak jarang aku ngerasa terintimidasi. Kok #MPASIoftheday mereka kece sekali?? Itu beneran dimakan sama anaknya? Habis ludes? Kok anaknya baru 7 bulan udah makan nasi goreng? dst... dst...

Pertanyannya, apa iya peralatan dan resep-resep MPASI itu perkara paling penting? Gimana dengan behavior anak saat makan? Gimana dengan behavior orangtua (khususnya Mama) saat anak makan? 

So, di hari pertama libur panjang ini, aku mau sharing beberapa poin tentang MPASI yang aku dapatkan secara pribadi... dan sebenarnya berharap dulu ada yang kasih tau tentang poin-poin di bawah ini sebelum aku terjun ke dunia MPASI.

Seperti biasa, semoga berguna dan menginspirasi, ya! 

Career After College

Friday, June 16, 2017


Ngomongin soal karir setelah kuliah, rasanya kok udah agak basi, yah. Cuma rasanya ada sesuatu yang 'mendorong' aku untuk nulis tentang ini.

Aku lulus kuliah udah 4 tahun yang lalu. Memori tentang karir yang aku jalani seblum akhirnya menikah, masih sangat menempel di kepala ini. And thanks to my diary (yes, aku masih nulis diari!), beberapa hal penting yang aku tulis, akan aku bagikan di sini. 

Tanpa ada maksud tertentu, aku berharap—seperti biasa—tulisan ini bisa menginspirasi beberapa pembaca yang aku tahu masih ada yang kuliah atau usianya di awal 20-an. Buat yang udah menikah dan emak-emak, dijadikan pengetahuan umum tentang gue aja, ya. HAHAHA.

Mari kita mulai curcol tulisan panjang ini.

Diary of The Week #4: Declutter Mind

Monday, June 12, 2017


I felt so cluttered last week

Bicara Bahasa Mandarin dengan Anak, Kenapa Nggak?

Monday, June 5, 2017

Beberapa hari lalu, aku nggak sengaja nemu video Mark Zuckerberg ngomong bahasa Mandarin dengan lancar, di salah satu forum di Tsinghua University, Beijing, China. Aku cukup kaget kalau ternyata doi bisa ngomong selancar itu. Tengok dulu, deh, videonya.

Nih, tips buat yang pengen berbahasa Mandarin (dan bahasa asing lainnya) dengan lancar, kuncinya PERCAYA DIRI kayak Mark :D

The Untold Story (What Brought Me to China 8 Years Ago)

Friday, June 2, 2017

I rarely share my testimony about the goodness of God on my blog. Mungkin pernah tapi hanya sekilas. Karena minggu lalu di gereja baru mengakhiri sermon yang bertemakan Taste and See, kayaknya aku pengen bagiin sesuatu yang berhubungan dengan itu.

Note: What I'm gonna write here is what I believe in. Tapi aku percaya apa yang aku tulis nggak bicara tentang agama tertentu, malah harusnya sangat dekat dalam kehidupan sehari-hari even you're not on the same "belief" with me. Namanya "iman" itu, kan, sangat personal, ya. So, aku percaya kalian juga pasti pernah mengalaminya (:

My Favorite Articles This Week

Tuesday, May 23, 2017


Setelah dua minggu nggak ada postingan baru yang berarti—kecuali curhatan khas emak-emak ini, hari ini pengen share dua artikel yang aku tulis di dua portal berbeda (tapi dua-duanya anak dari Zetta Media, sih hihi). Agak cheating, tapi nggak apa-apa, deh. Semoga setelah ini bisa nulis postingan baru untuk blog!

Artikel pertama murni untuk hiburan. Because my huge love for Critical Eleven, aku memutuskan untuk nulis sesuatu tentang itu. Alasan kenapa nulis tentang Anya, soalnya di film Anya tuh gambaran perempuan Indonesia masa kini banget nggak, sih? Aku bukan Anya banget pastinya, tapi seru juga kalo bisa belajar dikit-dikit dari Anya biar jadi istri yang lovable buat suami. Setuju, yah? :D


Tips untuk nulis artikel (biar viral) di portal macam Hipwee: tulis yang sedang kekinian. Aku curi kesempatan untuk nulis tentang Critical Eleven karena memang lagi diomongin banget. Walaupun memang udah muncul beberapa artikel serupa, aku coba ngupas dari sisi yang agak berbeda. Puji syukur, lho, terakhir ngecek artikel ini udah di-share sebanyak 1,000+ kali! Mayannnnn. 

Artikel kedua ini lebih ke informasi buat mama-mama yang baru aja melahirkan. Aku nulis beberapa hal tentang sit moon period yang merupakan tradisi orang Cina, yang kudu dilakukan oleh perempuan pasca melahirkan. The one that I most regret for not (frequently) doing it was... pake gurita! Pantes perut gini-gini aja, ish!


Semoga tulisan di atas berfaedah untuk mengisi waktu hari ini, ya.  Happy reading and hope you have a great day! 

I'm The Mother of The Year

Friday, May 19, 2017

Ada yang udah nonton video viral di grup Whatsapp, tentang anak kecil terbalik dari ban pelampung waktu berenang di baby spa? Posisi si anak malang tersebut benar-benar terbalik 90 derajatdengan kedua kaki di atas dan kepala menghadap ke bawah... ke dalam air!!

Jantung rasanya langsung lepas setelah nonton video singkat itu. Buru-buru nyamperin Josh yang lagi main di bawah, terus aku peluk-peluk sambil nangis T___T 

Terus kenapa video kemarin bikin aku emosional sekali? 

Berikut alasan yang bisa diberikan: 

1. Aku lagi marah dan kesel banget karena Josh susah makan (lagi). 

Buat yang ngikutin Instastory aku, beberapa waktu lalu aku sempet sharing soal makannya Josh. Beberapa kali juga aku mention kondisi Josh kalo lagi makan seperti apa. Di blog ini juga pernah aku sesekali nyebut kalau Josh susah banget makannya. 

Nggak jarang aku stres sendiri kalo lagi mikirin soal ini. Pernah 1-2 kali muncul keajaiban, tiba-tiba Josh mau makan dengan gampangnya. Tapi dengan gampangnya juga keajaiban itu tiba-tiba hilang. 

Kemarin itu aku udah di puncak emosi. Kalo Josh nolak makan, biasanya aku biarinin aja. Entah kenapa kemarin itu aku berubah wujud menjadi ibu tiri. Di saat Josh udah geleng-geleng nolak makanannya, aku pegang kepalanya, lalu aku paksa masukin sendok ke mulutnya, sampai anaknya berontak. Nangis? IYA LAH. Siapa juga yang suka dipaksa. Tapi aku sampai setega itu masukin beberapa sendok dengan cara yang sama.  

Ending-nya gimana? Makanannya diemut, anaknya stres, makin sebel sama aktifitas makan, dan anaknya nggak mau nengok ke mamanya sampai mangkok dan sendok udah nggak dipegang mamanya lagi. 

I'm not proud of what I did. 

Tapi ternyata aku belom kapok. Malamnya, I repeated the same thing. Nggak lupa kali ini disaksikan suami dan mama mertua. Selesai makan malam, aku gendong Josh duluan ke kamar untuk kasih nenen. Guess what happened. 

Josh nangis histeris. 

He wanted to breastfeed, tapi mulutnya masih 'nyimpen' makanan yang aku paksa suapin tadi. Aku korek makanannya keluar, dia makin jerit. Mungkin kalo dia bisa ngomong, he wanted to say that he hates me. He hates that I force-feed him. Dan sekarang di saat dia pengen nenen—which his favorite dan sesuatu yang bisa calm him down dari perlakuan emaknya hari ini, dia malah makin benci. He refused my breast and my heart breaks. Aku langsung bangkit dari tempat tidur dan pelukin dia sampai nangisnya reda. I said sorry to him, repeatedly. Mama sama sekali nggak bangga dengan apa yang udah mama lakukan ke kamu, Josh. Apa yang udah mama lakukan itu nggak benar dan udah nyakitin kamu.

Thus, Mother of The Year award belongs to me. 

Selesai peluk-pelukan, akhirnya dia menikmati sesi nenennya, kemudian lelap. Suami masuk ke kamar begitu aku tidurin Josh di crib-nya. I sat there, he looked at me and I began to cry. 

Nggak ada yang ngalahin sedihnya seorang Mama yang abis berbuat salah ke anak. Mungkin rasa sedihnya juga dirasain oleh orangtua si anak yang 'kecelakaan' di kolam baby spa, karena mereka lalai mengawasi anak mereka. 

Jadi seorang mama itu gampang. Nikah, hamil, punya anak, jadi mama, deh. Namun jadi seorang mama yang baik itu butuh proses belajar yang panjang.

Selama 9 bulan ngurus Josh, beberapa kali ketemu masalah aku selalu ingin dapat cara yang cepat untuk menyelesaikannya, termasuk selama menghadapi MPASI Josh ini. Aku lupa kalau cara yang tercepat itu nggak selalu benar dan baik

Cekokin makanan ke anak itu memang cepat, tapi buat mental anak sungguh nggak benar. Gimana dia bisa senang makan, kalau cara makan aja dipaksa kayak gitu? Gimana dia bisa makan banyak, kalau ketemu sendok mangkok aja langsung bete? 

Masalah anak susah makan bukan sesuatu yang baru. Kayaknya itu memang udah jadi momok untuk para ibu, deh. Mungkin aku harus bisa menemukan cara yang berbeda untuk ngatasin masalah ini. Masalahnya, sih, memang sama. But every child is different, Josh is different. 

Mudah-mudahan kejadian kemarin bikin aku bertobat. Makan bisa dipelajari pelan-pelan. Mungkin mamanya harus mulai rajin masak yang enak-enak. Selama Josh sehat, aktif dan selalu ramah sama setiap orang, I guess I have nothing to worry about (:  


Btw, semoga anak di video tersebut baik-baik saja, ya ):

OH YA! Kelupaan nulis alasan keduanya. Padahal kayaknya ini alasan terpenting juga, yaitu... LAGI DATANG BULAN!

Diary of The Week #3: What a week!

Saturday, May 13, 2017


Akhirnya nonton Critical Eleven di bioskop! 

I'm a fan of Critical Eleven by Ika Natassa since the novel came out in 2015. Buat yang suka baca novel pasti nggak asing sama judul ini yang sukses nangkring di rak best seller di mana-mana. 

Won't Give Up For My Country

Wednesday, May 10, 2017

Image credit to kompasiana.com
 
 
"Love and faithfulness meet together, 
Righteousness and peace kiss each other."
Psalm 85:10 (NIV) 

Saat cinta dan kesetiaan bertemu, 
maka kebenaran dan damai pun bercinta. 

Jangan putus asa untuk rumah kita, kawan. 
Karena sesungguhnya masih ada harapan. 

Orang Tionghoa Nggak Boleh Jadi Barista?

Friday, April 28, 2017

Woh, judul postingannya udah cukup menengangkan belum?

Beberapa waktu lalu aku dapet sebuah DM di Instagram yang bikin aku gatel pengen ditumpahkan di sini. Isi DM-nya curhatan. Bisa dibaca di bawah ini:

 Btw, udah minta ijin ke ybs kok untuk posting ini (:

Lagi-lagi soal stereotype orang Tionghoa dengan profesi pekerjaan yang dipilih. Klise sekali, bukan? 

Respon setelah baca DM ini, ya senyum-senyum cantik aja. DM itu aku balas sesingkat dan sepadat mungkin. Thank God setelah itu yang mengirim DM ini menikmati pekerjaan baru dia sebagai barista.

Sekarang curhat dikit leh, yaaa.

Waktu aku jadi barista dulu, orang-orang terdekat sama sekali nggak mempermasalahkan pilihan pekerjaanku. Justru yang paling sering mempermasalahkan orang-orang yang nggak kukenal dan sebaliknya.

Komentar yang paling sering datang dari customer. Nggak jarang lho, kalau misalnya ada pelanggan tante-tante keturunan Tionghoa lagi belanja dan kebetulan aku yang melayani, mereka pasti komen yang menjurus sinis seperti, "Kamu ngapain kerja di sini?", "Emang gajinya berapa, sih?", "Kamu nggak takut kotor ya?". Pertanyaan terakhir itu nyebelin banget, sih. Percayalah, saat si tante mengucapkan kata "kotor", pekerjaan yang aku lakukan saat itu nggak 'bersih' di mata dia.

Nggak cuma tante-tante, kadang ada juga bapak-bapak. Biasanya mereka berkomentar, "Kamu digaji berapa di sini? Mending kerja kantoran kayak saya. Gajinya juga besar. Kebetulan di tempat saya lagi cari pegawai...", kemudian mengeluarkan kartu nama. Zzzz. Nggak ada yang salah menawarkan pekerjaan. Yang salah caranya itu, lho, Pak! 

Sampai sekarang aku masih bingung kenapa masih banyak orang di luar sana yang menghubungkan ras dengan pekerjaan mereka. Kalau orang Cina di Indonesia haram bekerja di bidang blue collar, apa kabar barista-barista Starbucks yang kerja di negara Tiongkok sendiri? Apa masih berani nyinyir mereka dengan alasan yang sama?

Intinya, sih, mau kerja di bidang apapun—selama itu halal—nggak ada hubungannya sama sekali dengan ras atau agama. Nggak benar itu kalau orang Tionghoa harus jadi bos atau pedagang, atau agama tertentu hanya boleh bekerja di profesi tertentu. Kalau begitu rumusnya, Pak Ahok nggak mungkin bikin baper sebagian dari warga Jakarta beberapa hari ini kalau beliau nggak pernah jadi gubernur.

Soal bikin malu temen atau orangtua, takut jadi cibiran orang lain, dll... coba tanya diri sendiri dulu. Malu nggak jadi barista? Malu nggak nyapu, ngepel, cuci piring di dapur? Kalau nggak, ya hajar aja. Kasarnya, ya, yang kerja gue kok, yang digaji juga gue, yang CAPEK juga gue, kok situ yang ribet. Yang setuju katakan YES!

Plis, gaes. Sebelum kamu berkomentar dengan pekerjaan orang lain, coba tolong posisikan diri sendiri menjadi orang lain tersebut. Kalau nggak bisa, ya jangan berkomentar. Capek, lho, ngomongin orang. Lebih baik mikir hal yang paling esensial: kontribusi apa, sih, yang sudah kita berikan dari apa yang kita kerjakan? (:

Diary of The Week #2: Back to Routine

Saturday, April 22, 2017


So, what was going on last week? 

Bali 101: Some Tips and Favorite Things to Try

Wednesday, April 19, 2017

Sanur Beach, 2015

Dulu sempet bikin postingan ala-ala tips tinggal di Bali, terus baru sadar postingan tersebut HILANG begitu saja.

Terinspirasi dari postingan Mba Lei tentang Bali travel guide (you must read it, seru!), aku bikin ulang dengan format yang berbeda biar lebih enak dibaca.

Daftar di bawah ini campur aduk antara tips dan facts tentang tinggal di Bali, serta rekomendasi tempat dan kegiatan favorit. Bisa juga buat yang udah sering ke Bali, tapi mau act like a local. Apapun itu, semoga berguna, ya!

P.S. Maap-maap, fotonya minim. Yang penting infonya, lah, ya :P


To whom I may concern

Monday, April 17, 2017

Nemu postingan "harta karun" di blog Cup of Jo. 

Dalam postingan tersebut, Jo mengutip dari buku memoarnya Amy Poehler yang berjudul "Yes Please".
I have many friends who have had natural childbirth. I applaud them. I have friends who have used doulas and birthing balls and pushed out babies in tubs and taxicabs. I have a friend who had two babies at home! In bed! Her name is Maya Rudolph! She is a goddamn baby champion and she pushed her cuties out Little House on the Prairie style! 
Good for her! Not for me.
That is the motto women should constantly repeat over and over again.
Good for her! Not for me.
Jenius banget nggak, sih, mantranya? 

Mantra ini aku spesial tujukan kepada orang-orang yang sering ngomong: "Sekarang di rumah aja ngurus anak? Kok nggak kayak si ****, dia punya anak tapi kerja juga, lho." 

Good for her! Not for me.

Atau buat yang pernah ngomong: "Kuliah jauh-jauh buat jadi IRT aja nih? Temen kamu aja udah jadi menejer tuh di kantornya." 

Good for her! Not for me. 

Sekian dan terima kasih

Eat in Bali: Brunch at NOOK

Saturday, April 15, 2017


Has anybody heard about Nook

Nyepi Staycation at INAYA Bali

Wednesday, April 12, 2017


 Hola, we're back! So anyone miss us? :P 
 

Diary of The Week #1 - Mendadak Bali

Friday, March 31, 2017


Bali lagi?? 

Jadi gini ceritanya...

Tak Kenal Maka Tak Sayang

Wednesday, March 15, 2017

Seumur-umur blogging, ini kedua kalinya aku di-tag postingan award-award-an. Pertama kali di-tag itu di postingan ini

Pas main ke blog Mami Gide, eh ternyata di-tag postingan "Tak Kenal Maka Tak Sayang", which is postingan yang berisi tentang beberapa fakta diri sendiri. Tentang fakta, sebenernya udah pernah tulis di postingan 20 facts about me. Karena di-tag, aku berusaha mikir apa yang menarik yang bisa diceritakan about myself

So here you go, another 15 facts about me! Semoga tulisannya tanpa ada unsur narsis atau pamer, tapi biar mengenal lebih jauh tentang akoh ya! 


Serba-Serbi Menikah di Bali (yang katanya mahal)

Tuesday, March 7, 2017


Apa yang terlintas di benak kalian kalo mendengar ada yang nikah di Bali?

"Ah, pasti mahal banget deh budget-nya."

"Wih, keren banget nikah di Bali! Pasti mahal yah!"

"Nikah di Bali? Kayak artis aja, deh."

Apa Kabar Bayi dan Mama?

Monday, February 20, 2017

Minggu lalu Josh udah icip-icip bubur beras, berarti Josh udah 6 bulan dan aku udah jadi mama selama setengah tahun!

And thanks to Almighty God, both mom and son are survived. HOREEE!